Sabtu, 08 Januari 2011

Hacker Cewek

Do you want to share?

Do you like this story?

YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)
YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)
Hacker Paling Seksi Diduga Membobol Rekening Bank


Nama Kristina Svechinskaya mendadak tenar. Siapa sangka gadis cantik bermata biru itu memiliki kepandaian membobol komputer dan mampu menipu sejumlah bank di Inggris dan Amerika Serikat.




Kerap tampil dengan pakaian yang agak ‘berani’, gadis berusia 21 tahun itu memiliki julukan “hacker paling seksi di dunia”. Di pengadilan, Svechinskaya yang hadir dengan balutan celana jins ketat dan sepatu bot kulit menangis sejadi-jadinya.



Pasalnya, dengan menggunakan software Zeus Trojan, mahasiswa Rusia ini dituduh sebagai jaringan pembobol ribuan rekening bank, mencuri uang sebesar US$ 220 juta, dan menggunakan paspor palsu.



Svechinskaya adalah salah satu dari empat mahasiswa di Universitas New York yang diduga menjadi pembajak rekening sejumlah bank. Jaksa menyatakan gadis itu telah membobol lebih dari lima rekening bank dan menggunakan US$ 35 ribu dari hasil curiannya. Jika terbukti bersalah, gadis cantik ini bisa mendekam di bui selama 40 tahun.




Komplotan hacker Eropa Timur setiap bulannya bisa mencuri uang 2 juta pound sterling atau sekitar Rp26 miliar. Mereka mencuri log-in para pemilik rekening bank dengan menggunakan virus ‘Trojan horse’.



Kristina berkuliah di New York, dia direkrut oleh komplotan Eropa Timur melalui iklan di koran dan situs jejaring sosial.



Menurut Jaksa di Manhattan, AS, Preet Bharara saat ini perampokan bank tidak lagi menggunakan senjata atau topeng. Tapi cukup dengan otak encer, internet. Bahkan hanya perlu mengklik mouse dan secepat kejapan mata. ( Tempointeraktif )




Pimpinan Hacker China Remaja Cewek Berusia 20 Tahun, (Xiao Tian)


Google baru-baru ini menyatakan siap mengundurkan diri dari China dan menutup seluruh operasional mereka di sana. Alasannya, raksasa mesin pencari itu sudah tidak tahan dengan gelombang serangan yang dilancarkan para hacker asal negeri tirai bambu tersebut.



David Drummond, Senior Vice President, Corporate Development and Chief Legal Officer Google menyebutkan, pihaknya mendapati adanya ‘serangan yang sangat canggih’ yang berasal dari China terhadap infrastuktur Google.



“Serangan-serangan ini membuat kami memutuskan untuk meninjau kelayakan operasi bisnis kami di China,” sebut Drummond blog resmi Google, 12 Januari 2010.




Langkah Google yang memilih mundur dari China menunjukkan dahsyatnya komunitas hacker di negeri tersebut.



Sampai Juli 2008, diperkirakan terdapat 4 juta orang hacker yang tergabung dalam berbagai komunitas hacker. Salah satunya adalah kelompok hacker khusus wanita yang menamakan diri Cn Girl Security Team.



Kelompok hacker ini dipimpin oleh gadis kelahiran Hunan, 6 September 1989 bernama Xiao Tian.




Dalam benak, kita mungkin membayangkan bahwa tipikal seorang hacker adalah remaja yang beranjak dewasa, dengan penampilan seadanya – kalau tidak dibilang buruk rupa – dengan kacamata tebal, perokok berat, rambut acak-acakan tak terawat dan jarang mandi karena menghabiskan sebagian besar hidupnya di depan komputer.



Ternyata tidak demikian dengan Xiao Tian. Meski menyebutkan ia sering begadang dan sesekali merokok, tetapi penampilannya sangat apik. Sepintas, melihat penampilannya, Anda mungkin tak akan menyangka bahwa ia merupakan pimpinan dari kelompok hacker yang anggotanya mencapai lebih dari 2.200 orang hacker wanita.



Xiao Tian menyebutkan, ia membuat kelompok tersebut karena ia merasa bahwa perlu ada tempat bagi gadis remaja sepertinya, yang merasa tersingkirkan dari dunia hacker yang disesaki oleh hacker pria yang menganggap bahwa hacker wanita tidak memiliki skill yang cukup.



Perlahan tapi pasti, Xiao Tian dan kelompok hackernya mulai menerobos dominasi pria di dunia hacking. Mereka mengincar status selebritis yang disandang oleh para hacker di China sekaligus membuka peluang ‘karir’ yang menggiurkan yang tersedia bagi hacker yang memiliki reputasi tinggi.




Meski anggota klub hacker Xiao Tian masih relatif kecil dibandingkan dengan populasi hacker di China, akan tetapi ‘organisasi’ hackernya mungkin merupakan salah satu kelompok hacker perempuan terbesar di China.



Scott Henderson, seorang pensiunan tentara AS yang merupakan pengamat dan penulis The Dark Visitor: Inside the World of Chinese Hackers pernah menyebutkan pada DNA India. “Aspek unik dari hacker China adalah rasa nasionalisme dan kolektivitas. Ini kontras dengan stereotip hacker barat yang umumnya mandiri dan bekerja secara individual di ruang bawah tanah tempat tinggal mereka,” ucapnya.



Akan tetapi, belakangan, kecenderungan yang terjadi adalah ‘tentara cyber’ tersebut terpecah-pecah dan membentuk kriminal kapitalis dan mulai meninggalkan rasa nasionalisme mereka.




Meski demikian, Henderson menyebutkan, suatu saat jika ada konflik yang melibatkan China, hacker tentu akan memobilisasi kelompok mereka dan terlibat dalam perang dunia maya. Dan jika saatnya tiba, ‘jenderal’ Xiao Tian mungkin akan menjadi salah satu pemimpin pasukan tentara China tersebut.



Salam Hacker,. ^__+


Copyright:Eric-Blog-net.co.cc


YOU MIGHT ALSO LIKE

0 komentar:

Posting Komentar

Advertisements

Advertisements